Baru-baru ini dapat telepon dari agen Asuransi P, menawarkan produk
barunya, asuransi kesehatan. Telepon berdasarkan kepemilikan aktif kartu
kredit.
Intinya, agen ini memaparkan bahwa Asuransi P sedang meluncurkan program
murah, karena - seperti yang dikatakannya sendiri - Asuransi P terkenal
dengan premi yang amat mahal, walaupun - sebagai pembelaan - Asuransi P
adalah Asuransi yang paling tinggi tingkat pemasarannya.
Perlindungan memadai adalah hal penting. Perlindungan, jika tidak memadai, tidak mencukupi tidak akan berarti apa-apa.
Asuransi jiwa merupakan salah satu perlindungan yang dapat kita cari. Dengan membeli premi asuransi, kita melindungi jiwa kita. Sehingga jika terjadi risiko terhadap pencari nafkah, pasangan yang ditinggalkan hidupnya.
Misalkan Anda seorang pencari nafkah utama dalam keluarga, memiliki dua anak balita dan pasangan yang tidak bekerja, pengeluaran sebesar Rp 5 juta per bulan.
Anda sudah memiliki polis asuransi dengan pertanggungan Rp 250 juta. Apakah cukup ? Tentu tidak. Asal tahu saja, uang pertanggungan asuransi yang hanya Rp 250 juta itu akan habis dalam waktu 50 bulan saja atau sekitar empat tahun dengan asumsi pengeluaran tetap sebesar Rp 5 juta per tahun.
Setelah itu ? Bagaimana dengan kebutuhan biaya sekolah anak, biaya hidup sehari-hari ?Sebagian besar orang yang membeli polis asuransi mengasuransikan dirinya lebih kecil dari kebutuhannya (underinsured).
Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengetahui bagaimana menentukan uang pertanggungan yang mencukupi. Sehingga dengan uang pertanggungan tersebut dapat digunakan oleh keluarga setidaknya hingga anak terkecil sudah dapat mandiri dan menghidupi dirinya sendiri.
Jadi: bagaimana cara MENGHITUNG SEBERAPA BESAR SEBENARNYA PERLINDUNGAN YANG ANDA PERLUKAN ?
Siapaa, sih, ortu yang nggak mau anaknya sekolah tinggi-tinggi? Nggak ada, pastinya. But kalau lihat dari biaya masuk S1, mahal…..
Liat, deh, anak skarang umur brapa, trus pas anak mau masuk kuliah umur kita brapa, trus pada saat itu apakah kita masih di usia produktif or nggak??
Misal, ni, skarang umur kita 36 taun, anak baru 4 taun, berarti kira-kita anak kita mausk kuliah 14 tahun lagi, dan umur kita waktu itu 36+14 taun = 50 taun.. Di umur segitu udah siap belum, anggep aja dana sebesar Rp.200.000.000 juta buat masukin anak kuliah? (Belum lagi inflasi…)
Sumber Cerita: Aku Baik-baik Saja - Buku Chicken Soup for the Parent’s Soul
Menjadi ibu adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita - Janet Suzman
Rumah berantakan, piring-piring kotor. Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih ! Mobil tidak bersih, rambutku kusut, Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan.
Seorang ibu seringkali merupakan super human di rumah karena begitu banyak yang harus dilakukannya, termasuk mengasuh tambahan satu anak lagi yang dipanggilnya suami.
Seringkali sebagai seorang suami dan anak-anak, kita tidak menyadari bagaimana capeknya baik fisik maupun perasaan dari seorang ibu yang mengasuh anak-anak jaman sekarang yang penuh energi yang terus bergerak dan hanya diam setelah kehabisan energi yaitu tidur…. zzzz… zzz… Dan di masa-masa kedamaian seperti itu, seorang ibu yang juga ingin istirahat seringkali harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan saat anak-anaknya bangun, seperti membersihkan dan merapikan rumah. Dan tidak lama saat makhluk kecil itu berenergi penuh lagi, rumah yang baru saja bersih, jadi seperti tidak pernah dibersihkan arrgghh … (Sukarto)
Anda, para suami, sudah sepantasnya memberikan apresiasi bagi istri Anda, begitupun jika Anda adalah seorang Wanita karir, Single Parent, sudah selayaknya Anda mendapatkan jaminan kesehatan wanita secara rutin.
Sun Lady Saver, satu-satunya program dari perusahaan Asuransi di seluruh Indonesia yang berdedikasi kepada ketulusan dan kerja keras para Istri dan Wanita karir serta Single Parent. Hanya untuk WANITA INDONESIA, program ini telah banyak membantu wanita Indonesia untuk merasa lebih dihargai dan merasa lebih diakui eksitensinya.
Pemeriksaan dini, Kelahiran Anak, Perlindungan terhadap beberapa penyakit khusus seperti Kanker Payudara, Lupus, Komplikasi Kehamilan/Kelahiran, Congenital Anomalies dan juga perawatan rumah sakit umum untuk Wanita bisa ditemukan di sini
Begitu biasanya jawaban anak-anak jika ditanya mau jadi apa saat besar nanti. Namun apapun cita-cita putra-putri Anda, sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mewujudkannya. Untuk membantu Anda, Sun Life Financial Indonesia menghadirkan The Graduate®, program asuransi jiwa yang memberikan jaminan kepastian dana pendidikan di setiap jenjang pendidikan yang akan dilaluinya, agar anak Anda dapat menjadi apapun cita-citanya.
Konsep Masa Depan, apakah itu? Seandainya kita membuat katakanlah Skripsi, tentu sebelum memulai kita harus menemukan masalah, tujuan, kemudian cara penyelesaian masalah. Itu jika skripsi kita mengacu masalah yang ada. Seandainya skripsi kita mengacu pada merencanakan sesuatu yang bukan masalah melainkan untuk mencapai efisiensi, berarti kitalah yang mencari masalah, kemudian mencari cara penyelesaiannya, dengan tujuan yang sudah pasti kita miliki di awal sebelum mencari masalah. Yang pasti, semua cara, dasar, ataupun alasan pembuatan skripsi akan melalui sebuah prosedur yang bernama "kerangka".
Seperti itulah kira-kira, -tidak persis sama- gambaran kata "konsep".
Kehidupan kita jauh lebih 'kompleks' daripada Skripsi. Bayangkan kalau untuk mengerjakan Skripsi saja, kita bergadang-gadang sampai pagi, pusing tujuh keliling, dan semua daya usaha dikerahkan demi keberhasilan Skripsi kita, maka, bagaimana dengan konsep untuk masa depan kita sendiri?
Jika seorang wanita memiliki anak dalam kandungan, tentu timbul rencana-rencana besar bagi si calon anak, entah harus jadi ini-itu, atau harus bisa ini-itu, atau harus dapat ini-itu, dan sebagainya. Bayangkan juga seorang Ahli Bangunan, jika ia akan mendirikan suatu bangunan, dapatkah ia meralisasikannya hanya berdasarkan pemikirannya saja?
Tidak. Segala sesuatu, menurut hemat saya, akan lebih mudah terealisasi jika melalui sebuah kata sederhana "konsep".
Blog saya ini, secara khusus akan membahas, mem-posting, menyadur berita dari situs yang terpercaya, mengungkapkan pikiran, dan mengajak pembaca untuk mulai membuka mata untuk membuat konsep bagi masa depan, terutama sekali, dalam hal investasi jangka panjang, karena kehidupan adalah singkat untuk dinikmati, sekaligus amat panjang untuk di-konsepkan.