
Krisis finansial global, yang berawal dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat (AS), memukul ke segala arah! Setelah menggoyang keras industri keuangan global, krisis ini terbukti cukup berat untuk mengerem pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan, di negara-negara yang kena dampak paling parah, krisis ini menyebabkan resesi.
Namun, keajaiban kecil justru terjadi pada industri asuransi di Indonesia. Sektor ini seperti kebal terhadap gonjang-ganjing yang tengah terjadi. Ini terlihat dari perubahan aset industri asuransi. Statistik memperlihatkan, hingga kuartal ketiga 2008, aset industri asuransi mencapai Rp 136,07 triliun. Jadi, masih tumbuh tipis: 3,6 persen.